MUQADIMMAH TAHUN 2014


2013 pergi dan 2014 datang . . . .

      Setelah Rendra vakum memposting di blog ini, kini Rendra kembali lagi dengan postingan curhatnya!! :D :D yeyyy!!! Karena beberapa kesibukan yang awalnya membuatku lupa dan akhirnya lambat laun malas untuk mengurusi blog "Ini Hidupku!". Walau begitu, harus aku akui, blog inilah yang paling aku sukai dan paling aku seriusi. Karena blog ini selain mudah informasinya didapatkan juga blog ini tak lain membahas hanya tentang diriku dan sesuatu yang berhubungan denganku. Walau begitu, pada tahun 2014 ini, banyak hal yang terjadi, dan banyak hal yang terlewati. Diantaranya;

TUBAN- BOJONEGORO: Tanggal 2 Januari 2014, aku bersama teman-temanku Angga, Ilya, Novia, dan Alindisya, dari Surabaya pergi ke pantai Tuban (dekat terminal) lalu meluncur ke kota Bojonegoro menaiki mobil nya Angga. Tujuan utama kita adalah menemani Alindisya untuk menemui pacarnya yang kebetulan dari dan tinggal di kota Bojonegoro. Akan tetapi sebelum itu terlaksana, kita mampir ke pantai Tuban (dekat terminal) yang bagusnya bukan main! Walaupun disana terdapat banyak sampah berserakan, akan tetapi jika kalian pernah ke Bali, mungkin pantai itu memiliki kemiripan. Disana, kendaraan boleh memasuki kawasan pantai, dan lagi ongkos masuknya tidak mahal! WEW! 

      Sebelum kita ke pantai, kita mengunjungi suatu restoran (lupa namanya). Rencana sebelumnya, kita mau makan terlebih dahulu. Disana kita berbincang-bincang tentang banyak hal. Terutama tentang opini kita tentang restoran yang kita kunjungi pada saat itu. Banyak yang kecewa. Kecewa karena pertama, tempatnya yang kurang bersih, sehingga menimbulkan kesan kurang, bahkan tidak dirawat. Kedua, karena terdapat gelas yang sedikit kotor karena debu. Karena melihat sikon restoran yang amat teramat sepi, banyak diantara kita yang memutuskan untuk tidak makan, tapi hanya sekedar beli minuman. Daripada pergi, mending beli minuman. Aku dan Ilya memesan es campur, aku memandangnya dengan lezat, tapi tidak bagi Ilya. Dia masih melihat-lihat terlebih dahulu, dari gelasnya, dari kebersihan isinya, dsb. Pada akhirnya dia menemukan debu di gelasnya. Dan menemukan semacam kotoran di es yang hendak dia santap. Lantas dia ingin protes dan komplain, aku setuju tapi aku juga kurang enak. Tapi teman-temanku mengatakan bahwa itu harus dilakukan demi kebaikan restoran dan pemiliknya. Tapi mereka berpikir kalau aku menyarankan untuk diam dan tidak memberitahu hal tsb.

         Sesampainya disana, aku seperti anak kecil yang senang saat diajak ke taman bermain! Alangkah senangnya aku waktu itu. Karena aku juga pernah membaca suatu buku tentang "kenapa manusia merasa senang saat mengunjungi pantai". Tidak lain jawabannya karena tubuh manusia terdiri dari air dan saat kita ke pantai seakan-akan seperti seorang anak yang terpisah dari ibunya lalu dipertemukan pada suatu pertemuan, dan itu membahagiakan!
      Sebagai seorang yang selfie, aku harus mengabadikan momen tersebut pada foto-foto yang dihasilkan lewat kamera yang kubawa. Berfoto ria bersama teman-teman memang mengasyikan. Apalagi kalau pemandangannya berebeda dan untuk tempat yang jarang kita kunjungi bersama teman-teman, rasanya tidak ingin hari itu cepat berakhir. Setelah agak lama di pantai, tinggal aku dan Novia yang masih jeprat-jepret, entah itu berdua atau sendiri-sendiri. Bahkan kita sampai menuliskan nama seseorang di permukaan pasir layaknya orang ALAY :D. Oiya, aku juga lupa, saat kita sedang asyik berfoto ria, ada segerombol mas-mas yang ngomen-ngomen gajelas gitu. Sempat pingin berhenti buat foto-foto, tapi aku meyakinkan diriku dan Novia untuk mengabaikan komen-komen arek-arek gj iku.
          
         Pada akhirnya hujan turun di saat matahari mulai menyembunyikan sinarnya. Untunglah kita sudah datang daritadi, kalau datangnya kesorean pasti kita akan terkena hujan dan akhirnya gabisa menikmati pantai Tuban dong. Dan untungnya lagi kita bukan touring (motor) tapi kita naik mobilm jadi Alhamdulillah aman-aman sahaja. Sebelum kita menginjakan kaki di pantai Tuban, Alin sempat heboh karena menemui perempuan yang dia sangka sebagai mantannya pacarnya, Jabrix. Sampai-sampai Alin menyuruh Novia untuk membuka foto cewek itu, dengan tujuan mencocokan wajahnya dengan wajah yang ada di hp nya Novia. Bahkan saat hendak meninggalkan pantai tersebut, Alin juga meminta tolong kita untuk melihat wajah seorang cewek yang dipergoki sebagai mantannya Jabrix. OH LA.LA. . .

Di perjalanan bersama  (dari kiri) : Alindisya, Novia, Rendra

Di perjalanan bersama  (dari kiri): Alindisya, Novia, Rendra
Di perjalanan bersama  (dari kiri) : Alindisya, Novia, Rendra

Di salah satu restoran bersama Novia dan Alin
Di salah satu restoran, terlihat Angga dan pasangannya, Ilya Masruroh
Di pantai Tuban (Alin, Novia)



Bersama teman-teman di pantai Tuban

Bersama teman-teman di pantai Tuban

Novia di pantai Tuban

Gaya ALAY
Bersama teman-teman (Novia yg moto)

Bersama teman-teman (Novia yg moto)

Alin, Novia

Alin, Novia
OH LA..LA

CANDID

CANDID

Bersama Novia

Bersama Alin
Bersama Novia


Selfie, yAY!

Sampai jumpa pantai Tuban. . .

Sampai jumpa pantai Tuban. . .

         Perjalanan ke Bojonegoro memakan waktu yang tidak lama. Melewati jalanan sepi, melewati rindangnya pepohonan, melewati rumah warga, dsb. Dalam perjalanan, kita membicarakan banyak hal contohnya, tentang pantai yang baru saja kita kunjungi sebelumnya. Dan topik yang paling hangat saat itu adalah tentang pacarnya Alin, Jabrix (nama disamarkan).
       Akan tetapi sebelum semua itu terjadi, kita sempat dibuat bingung oleh jalanan. Maklum, kita semua belum pernah pergi ke Tuban maupun ke Bojonegoro. Kita bertanya kepada beberapa orang, melewati rute-rute yang kita tidak tahu pasti, dan sempat melanggar satu jalur lalu lintas dengan tidak disengaja. Saat kita bertanya kepada seorang wanita, kita tak hanya mendapatkan arah dan jawaban sahaja, tapi kita membeli banyak sate usus yang pedas nya bikin ketagihan!!!! Enak banget. Rasanya kayak surga, eaea. Menambah kesenanganku dalam perjalanan bersama mereka.

        Alin dan Jabrix saling menelepon untuk menanyakan kabar dan arah menuju Bojonegoro. Saat kita sampai pada dua jalan, kita bertanya kepada seorang ibu-ibu yang kebetulan lewat saat itu. Dan anehnya, cewek yang dipergoki Alin sebagai mantannya Jabrix, beserta teman-temannya langsung datang dan muncul laksana kilat. Padahal setahuku pribadi, mereka tidak nampak di belakang kita, tapi kenapa mereka bisa secepat itu sampai dan bertanya pula tentang arah jalan kepada ibu-ibu itu. Sungguh aneh memang. Jabrix menunggu kami di dekat jembatan besar menuju Bojonegoro. Dan kami bertemu disitu dan mengikutinya dari belakang. Sebelumnya, kita berhenti di pom bensin (mungkin untuk buang air kecil atau mengisi bensin). Dan disana, kita sekalian melaksanakan sholat Ashar. Alin, yang entah ketakutan atau malu bertemu Jabrix, seakan-akan ragu untuk menemui dan bertatap muka dengannya. :P
       Sesudah sholat dilaksanakan, kita menuju ke Bojonegoro, tepatnya ke alun-alun kotanya. Disana kita sampai tepat pada masuknya waktu Maghrib. Memparkirkan mobil dan menuju Masjid terlebih dahulu untuk melakukan sholat Maghrib. Setelah itu, kita makan nasi goreng di pinggiran alun-alun tersebut. Kebetulan abang Jabrix sedang berulang tahun, dan kita meminta untuk ditraktir oleh keduannya (Alin, dan bang Jabrix). Nasi gorengnya berbeda, tidak seperti nasi goreng yang ku makan di Surabaya. Entah di jalanan, di dekat rumah, maupun di restoran. Rasa makanan tersebut berebeda dan lebih bervariasi ketimbang nasi goreng yang biasa ku makan di kota kesayanganku.
             Selesai makan malam, kita mengendarai becak cinta yang mengasyikan. Alunan musik dangdut meramaikan suasana malam serta menambah keceriaanku pada saat itu. Sambil menggenjot pancal becak, kita juga bercakap-cakap satu sama lain. Kali ini sama juga, mereka berdua yang bayarin :3 :3 . . .
Rencananya abang Jabrix mengajak kami pergi ke taman bermain, akan tetapi karena beberapa temanku ada yang kurang percaya dan was-was. Maka dengan sedikit upaya kita membatalkan itu. Aku sih kayak ga enak aja sama dia, masak mau ngajak eh... Tapi ternyata gajadi :/ hmmmm....

     Keseruan tidak berakhir sampai disitu saja. Dalam perjalanan pulang ke Surabaya, aku, Novia, Ilya, Angga bercerita tentang mahluk astral dan fenomena tentangnya. Masing-masing dari kita mempunyai cerita dan pengalaman yang berbeda-beda. Sedangkan Alin di belakang sendirian ditemani dengan suara abang Jabrix tercinta.
     Aku sempat tertidur, karena merasa kelelahan. (tapi Angga lebih capek karena dia yang nyetir).. Sesampainya di Surabaya, aku dan Novia diturunkan di SMAMDA, karena motorku kutinggal disana. Tak lama setelah itu, aku mengantarkan Novia pulang dan cerita berakhir sampai disitu.

Alin bersama abang Jabrix

Oh wew... X_X

Di Becak Cinta haha..




0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.