Hambar rasanya hidup di dunia tanpa adanya kesukaan atau kegemaran pada suatu hal tertentu. Entah apapun itu. Sama halnya seperti lagunya Rhoma Irama, "Hidup tanpa cinta bagaikan taman tak berbunga". Memang benar adanya, bahkan bisa kukatakan pula, hidup tanpa kegemaran itu bagai masakan tanpa garam (haha).
Manusia juga diberikan fitrah pula kan oleh Allah. Diberikan akal serta hawa nafsu pula. Maka dari itu, kita tidak suci, tak pula nista. Akan tetapi pilihan jatuh pada kita, apakah kita mau memilih jalan kebenaran atau menempuh jalan keburukan. Dua hal yang bertentangan tersebut berasal dari Satu sumber yang sama, yaitu Allah sang Raja dari segala raja.
Dan akibat dari kita memiliki hawa nafsu tersebut, kita pasti mencintai banyak hal selama hidup kita ini. Sama halnya seperti kecintaan orang yang kehausan akan air minum.
Oke let's start.
1.Pelajaran Favorit
Dikarenakan
aku masih menyandang status sebagai murid pada saat menulis halaman
tentang kesukaanku ini. Maka aku bahas tentang pelajaran kesukaanku
dahulu.
Masa SD yang
kuhabiskan kurang lebih selama 6 tahun lamanya, ditambah masa-masa indah
SMP dahulu di Smp Muhammadiyah 5 Surabaya, dan ditambah lagi masa-masa
Sma di Sma Muhammadiyah 2 Surabaya. Dari perjalananku selama 17 tahun,
aku menyukai beberapa pelajaran. Ada yang silih berganti pergi, ada pula
yang baru datang mengunjungi.
Kalau untuk masa 6 tahun di SD, mungkin nggak ada pelajaran spesifik
yang aku sukai. Malah menurut Rendra yang sekarang, 6 tahun tersebut
biasa-biasa sahaja jika ditanya tentang "apa pelajaran kesukaanmu dulu
waktu SD?".Yang aku rasakan hanyalah dahulu otak kiri ku sangat mudah
kuajak kooperasi. Berhitung, dan sesuatu lainnya yang berhubungan dengan
angka-angka. Tapi entah mengapa gara-gara perkataan seseorang, jiwaku
menjadi menutup diri, termasuk menutup pintu otak kiriku. SD pun aku
jalani dengan senang-senang bersama masa kanak-kanak ku dan dengan
kegemaranku yaitu menggambar.
Hal tersebut tidak masuk kedalam pelajaran intrakulikuler di sekolahku.
Tapi Alhamdulillah itu masuk ekstrakulikuler di SD ku. Jadi, aku
mempunyai tempat untuk menyalurkan kegemaranku tersebut.
Waktu di awal tahun ku memasuki Smp, aku tetap belum tertarik dengan suatu pelajaran. Ketertarikan yang membuat ku bertekad untuk mendalami dan menguasainya. Hingga tiba waktunya kelas VIII (8). Aku mulai menyukai pelajaran bahasa Inggris. Karena mungkin aku tertarik dengan aktor-aktor yang berbicara bahasa Inggris menggunakan logat British. Yang paling populer dulu yaa, Harry Potter dan serialnya. Darisitu ku mulai tertarik dengan bahasa nomor wahid di dunia tersebut.
Sambil belajar bahasa Inggris, sambil belajar menggunakan logat British
pula. Tapi namanya bahasa Inggris bukan bahasa ibu saya, jadi jangan
salahkan saya jika terdapat "kesalahan" saat saya berucap. Tapi karena
dibantu oleh sifat perfeksionis saya, saya terus berusaha untuk
sempurna,sempurna dan sempurna sehingga terdengar enak dan saya yang
mengucapkannya pun enak.
Buat kalian yang merasa logat British itu susah, sama halnya seperti orang yang sering menggunakan logat tersebut saat disuruh berucap menggunakan logat "Indonesia" atau yang lebih mendunianya logat "Amerika".
Semua itu bukan terletak pada kesusahan, tapi terletak pada kebiasaan dan latihan. Itu sahaja.
Hal yang aneh terjadi saat ku duduk di kelas IX (9). Yang dahulunya
tidak paham apa itu IPS malah berbalik menyukai salah satu pelajaran
IPS. (Lebih tepatnya umum siwh). Yaitu Sejarah.
Yup. Pelajaran yang membahas tentang masa lalu. Yang menurutku menarik
dan asyiknya luar biasa tapi mungkin menurut kalian sejarah itu
pelajaran yang membingungkan serta banyak tulisannya.
Tapi
itulah sejarah. Kunci untuk menguasainya adalah dengan membacanya dan
memahaminya. Tak ada cara lain selain itu. Mungkin masih ada. Untuk kamu
yang "kurang" suka membaca. Mungkin bisa memahami sejarah lewat video
dokumentasi, video kartun, film/ layar lebar (yang kadang nyeleweng).
Tapi tetaplah, aku kan juga manusia, punya keterbatasan. Ilmu ku pun
laksana seteguk air dalam hamparan samudera yang luas.
Sejarah
punya banyak periode. Dari masa prasejarah, masa pertengahan dll. Yang
paling aku suka dari pelajaran ini adalah tentang peradaban MESIR KUNO. SANGATTTT SUKAAAAA !!!
Kalau belajar tentang peradaban kuno terutama tentang Mesir kuno,
pastilah kita diharuskan belajar tentang mitologinya. Apalagi dilihat
dari bangsa Mesir kuno, bangsa yang sangat agamis (menghubungkan seluruh
kehidupannya dengan dewa-dewinya).
Hal lain yang aku suka tentang sejarah ialah kerajaan yang bisa dibilang sebagai kerajaan terakhir Islam. Ada yang tahu, ada yang tahu???
yups. Kekaisaran Utsmaniyah/Ottoman. Yang
beribukota Istanbul (Islambul) bekas ibukota kekaisaran Byzantium yang
melemah pada tahun 1453. Dan ditaklukan oleh sultan Muhammad II atau
Mehmet II. Kemenangan itu bukan hanya kebahagiaan bagi sultan Muhammad
al-fatih (sang pembuka) dan rakyatnya sahaja. Tapi juga membawa
kebahagiaan bagi seluruh umat Islam pada masa itu. Karena salah satu
hadits Nabi Muhammad SAW ini yang membuat mereka bahagia, sangat
bahagia.
Tak hanya itu, saat kekaisaran ini berkuasa, munculah agama sinkretisme baru (anatara Hidu dan Islam) bernama agama Sikh. Dengan guru pertamanya Guru Nanak.
Pokoknya dinasti Mughal itu berbeda dari yang lainnya (menurut opiniku). Tapi sama halnya seperti Indonesia. India mempunyai banyak keragaman suku dimana pemimpinnya dituntut untuk mampu mempersatukan bangsanya di bawah satu panji kekuatan dan satu kain bendera.
Salah satu gambar yang dihasilkan oleh kekaisaran Mughal di India:
Saat ku memasuki masa-masa SMA, aku pun mulai mencoba untuk mengikuti kursus bahasa Perancis di kotaku (Surabaya). Tepatnya pada saat itu di jalan Darmokali 10 Surabaya. Pada waktu itu bernama CCL, dan entah kapan dan mengapa berganti nama menjadi IFI (Institut Français Indonesia). Waktu masih di Darmokali 10, tempatnya bagus sekali. Menggunakan sisa bangunan Belanda. Tak jauh dari tempat kami belajar, terdapat kafetaria yang kebetulan ada televisinya. Jikalau kita duduk di kafetaria, maka kita akan melihat halaman hijau beserta pohon besar yang menenangkan.
Tahun 2011 tepatnya, aku memulai belajar bahasa Perancis ku hingga saat ini. Walau begitu, awal belajar ku tak semulus kulitku (isok-isok ae). Aku awalnya merasa kesusahan karena kaget tata bahasanya. Sebenarnya yang menjadi penghalang ku pada waktu itu adalah fokusku ke sekolah dan waktu-waktu baru. Saat itu aku belum ikhlas meninggal Spemma (Smp Muhammadiyah 5). Aku pun juga belum bisa beradaptasi sepenuhnya dengan lingkungan baruku ini. Hal itu yang menjadi ganjalan utamaku saat itu.
Hingga kuputuskan untuk berhenti belajar bahasa tersebut. dan Pada kelas XII, tepatnya pada tahun 2013, aku memutuskan untuk belajar dan les kembali. Kebetulan lagi Herdian ingin les bahasa itu juga. Jadinya, kita jadi satu les-les an.
Tak mudah bagiku. Kadang hati ini mempunyai semangat yang menggebu-gebu bak debu untuk belajar bahasa Perancis. Tapi ada kalanya semangatku patah karena beberapa hal lain yang kupikirkan di luar materi tersebut. Untuk kuliah pun aku ingin mengambil jurusan sastra Perancis di UB lewat jalur undangan (AMIIN).
Aku juga sempat kan mengikuti ujian DELF A1 junior, sesuai dengan postinganku sebelumnya. Dan itu mendebarkan sekaligus pengalaman yang tak terlupakan. Oiya. Aku juga udah ada daftar nilainya (walau yang asli belum kunjung datang). Tapi itu bisa menjadi semangat buat kalian-kalian yang sedang bingung atau lagi butuh semangat!
Secara keseluruhan memang aku lebih menyukai pelajaran sosial dan bahasa daripada ilmu-ilmu eksak seperti matematika, kimia dan fisika. Entah mengapa begitu, padahal dulu waktu kecil diriku seperti seorang anak yang kebingungan. Pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) tidak bisa, IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) pun juga malas tuk menghapalnya. Dulu waktu SD aku hanya mengandalkan "skill" ku dalam menggambar dan mewarnai padahal kedua hal itu sebenanrya tidak terlalu dilihat pada sistem pelajaran sekolah di Indonesia.
Hal itupun berjalan sampai aku melanjutkan studiku di jenjang selanjutnya, yakni di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya yang sangat legendaris itu. Tapi ya tetap saja, IPA tidak kukuasai apalagi melihat buku IPS yang YAAMPUN tebal sekali (sampai malas tuk membawanya karena buku yang paling berat!)
Tapi beberapa hal ada yang berubah dan tetap sama dengan seiring berjalannya waktu. Aku melanjutkan ke jenjang selanjutnya, yakni di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya yang sensasional tersebut. Aku perlahan melihat pelajaran sosial menjadi sesuatu yang WAH dalam pandanganku. Apalagi sejarah, jangan ditanya lagi seberapa tertariknya aku dengan bidang tersebut.
SANGAT TERTARIK!
2.HOBI
Jika kubandingkan hobiku dengan hobi orang-orang di sekitarku, hobiku terkesan biasa dan inklusif. Hanya diam di rumah ditemani dengan sepinya ketenangan serta beberapa buku yang asyik, yap! Membaca. Sama seperti cerita sebelumnya, awalnya aku tidak suka dengan sesuatu yang bernama membaca buku, apalagi buku yang hanya berisi sederet tulisan yang berbaris dengan rapinya membentuk susunan kalimat dan tumpukan paragraf. HHAHHH, itu sangat membosankan bagiku.
Tapi entah kekuatan apa yang sanggup mengubahku sehingga aku sangat gemar membaca. Buku dengan milyaran tulisan pun tanpa gambar sudah menjadi kegemaranku, apalagi komik-komik yang isinya sangat ringan dan mudah dipahami. Mungkin ketertarikanku akan membaca mulai tumbuh benihnya tatkala aku sering membuka ensiklopedia yang YAAMPUN menarik sekali pengemasannya! Darisitu semangat membacaku tumbuh sedikit demi sedikit. Asyik lo membaca itu! Selain ilmu, banyak sekali sensasi dan rasa yang akan didapat dengan membaca!
Kalau aku lebih gemar membaca buku bergenre non-fiksi daripada novel-novel dan buku cerita lainnya yang penuh dengan kreatifitas pemikiran si penulis. Tapi jika ada buku cerita yang aku penasaran tentang alur ceritanya, maka ya aku baca juga itu. Bisa dihitung kok buku bergenre fiksi yang telah kubaca, di antaranya ada; The Davinci Code, Harry Potter and The Half Blood Prince (unfinished), dan sebagainya. Dan dengan perkembangan teknologi yang semakin gencar dewasa ini nih, aku lebih menikmati membaca melalui buku daripada menghadap komputer atau layar ponsel sembari menerima radiasinya yang membuat kedua belah mata ini penat!
"Sesungguhnya Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah penakluknya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya." (HR. Ahmad)
![]() |
| (Kartun) : Sultan Sulaiman yang hebat (juga bisa disebut sebagai al-Kanun: pemberi hukum). |
Sekarang, aku juga mulai melirik kekaisaran Mughal yang menguasai India kurang lebih selama 331 tahun (1526–1857). Berbeda dari kesultanan Utsmaniyah, Kekaisaran ini terkenal tak hanya tentang eksistensinya di India pada masa itu, akan tetapi kekaisaran Mughal mempersatukan umat Hindu dan Islam ke masa kegemilangan kekaisaran Mughal. Arsitektur, seni, sastra,adalah sekelumit karya yang telah dihasilkan oleh kekaisaran tersebut selama 3 abad lamanya berkuasa.
Tak hanya itu, saat kekaisaran ini berkuasa, munculah agama sinkretisme baru (anatara Hidu dan Islam) bernama agama Sikh. Dengan guru pertamanya Guru Nanak.
Pokoknya dinasti Mughal itu berbeda dari yang lainnya (menurut opiniku). Tapi sama halnya seperti Indonesia. India mempunyai banyak keragaman suku dimana pemimpinnya dituntut untuk mampu mempersatukan bangsanya di bawah satu panji kekuatan dan satu kain bendera.
Salah satu gambar yang dihasilkan oleh kekaisaran Mughal di India:
![]() |
| Akbar II duduk di "takhta merak" (Peacock throne) yang termahsyur. |
Saat ku memasuki masa-masa SMA, aku pun mulai mencoba untuk mengikuti kursus bahasa Perancis di kotaku (Surabaya). Tepatnya pada saat itu di jalan Darmokali 10 Surabaya. Pada waktu itu bernama CCL, dan entah kapan dan mengapa berganti nama menjadi IFI (Institut Français Indonesia). Waktu masih di Darmokali 10, tempatnya bagus sekali. Menggunakan sisa bangunan Belanda. Tak jauh dari tempat kami belajar, terdapat kafetaria yang kebetulan ada televisinya. Jikalau kita duduk di kafetaria, maka kita akan melihat halaman hijau beserta pohon besar yang menenangkan.
Tahun 2011 tepatnya, aku memulai belajar bahasa Perancis ku hingga saat ini. Walau begitu, awal belajar ku tak semulus kulitku (isok-isok ae). Aku awalnya merasa kesusahan karena kaget tata bahasanya. Sebenarnya yang menjadi penghalang ku pada waktu itu adalah fokusku ke sekolah dan waktu-waktu baru. Saat itu aku belum ikhlas meninggal Spemma (Smp Muhammadiyah 5). Aku pun juga belum bisa beradaptasi sepenuhnya dengan lingkungan baruku ini. Hal itu yang menjadi ganjalan utamaku saat itu.
Hingga kuputuskan untuk berhenti belajar bahasa tersebut. dan Pada kelas XII, tepatnya pada tahun 2013, aku memutuskan untuk belajar dan les kembali. Kebetulan lagi Herdian ingin les bahasa itu juga. Jadinya, kita jadi satu les-les an.
Tak mudah bagiku. Kadang hati ini mempunyai semangat yang menggebu-gebu bak debu untuk belajar bahasa Perancis. Tapi ada kalanya semangatku patah karena beberapa hal lain yang kupikirkan di luar materi tersebut. Untuk kuliah pun aku ingin mengambil jurusan sastra Perancis di UB lewat jalur undangan (AMIIN).
Aku juga sempat kan mengikuti ujian DELF A1 junior, sesuai dengan postinganku sebelumnya. Dan itu mendebarkan sekaligus pengalaman yang tak terlupakan. Oiya. Aku juga udah ada daftar nilainya (walau yang asli belum kunjung datang). Tapi itu bisa menjadi semangat buat kalian-kalian yang sedang bingung atau lagi butuh semangat!
![]() |
Si tu me demandes pourqoi j'étudie le français, je vais répondre ta question. J'apprends le français parce-que je veux amener ma famille et mon petit-ami à CARCASSONNE! |
Secara keseluruhan memang aku lebih menyukai pelajaran sosial dan bahasa daripada ilmu-ilmu eksak seperti matematika, kimia dan fisika. Entah mengapa begitu, padahal dulu waktu kecil diriku seperti seorang anak yang kebingungan. Pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) tidak bisa, IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) pun juga malas tuk menghapalnya. Dulu waktu SD aku hanya mengandalkan "skill" ku dalam menggambar dan mewarnai padahal kedua hal itu sebenanrya tidak terlalu dilihat pada sistem pelajaran sekolah di Indonesia.
Hal itupun berjalan sampai aku melanjutkan studiku di jenjang selanjutnya, yakni di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya yang sangat legendaris itu. Tapi ya tetap saja, IPA tidak kukuasai apalagi melihat buku IPS yang YAAMPUN tebal sekali (sampai malas tuk membawanya karena buku yang paling berat!)
Tapi beberapa hal ada yang berubah dan tetap sama dengan seiring berjalannya waktu. Aku melanjutkan ke jenjang selanjutnya, yakni di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya yang sensasional tersebut. Aku perlahan melihat pelajaran sosial menjadi sesuatu yang WAH dalam pandanganku. Apalagi sejarah, jangan ditanya lagi seberapa tertariknya aku dengan bidang tersebut.
SANGAT TERTARIK!
2.HOBI
Tiap orang pasti punya hobi bukan? yak, tanpa hobi hidup pun jadi hambar dan "flat". Bahkan banyak sekali terdapat kutipan bijak mengenai hobi! Sangking pentingnya hobi tuk dimiliki tiap manusia di dunia ini!
Jika kubandingkan hobiku dengan hobi orang-orang di sekitarku, hobiku terkesan biasa dan inklusif. Hanya diam di rumah ditemani dengan sepinya ketenangan serta beberapa buku yang asyik, yap! Membaca. Sama seperti cerita sebelumnya, awalnya aku tidak suka dengan sesuatu yang bernama membaca buku, apalagi buku yang hanya berisi sederet tulisan yang berbaris dengan rapinya membentuk susunan kalimat dan tumpukan paragraf. HHAHHH, itu sangat membosankan bagiku.
Tapi entah kekuatan apa yang sanggup mengubahku sehingga aku sangat gemar membaca. Buku dengan milyaran tulisan pun tanpa gambar sudah menjadi kegemaranku, apalagi komik-komik yang isinya sangat ringan dan mudah dipahami. Mungkin ketertarikanku akan membaca mulai tumbuh benihnya tatkala aku sering membuka ensiklopedia yang YAAMPUN menarik sekali pengemasannya! Darisitu semangat membacaku tumbuh sedikit demi sedikit. Asyik lo membaca itu! Selain ilmu, banyak sekali sensasi dan rasa yang akan didapat dengan membaca!
Kalau aku lebih gemar membaca buku bergenre non-fiksi daripada novel-novel dan buku cerita lainnya yang penuh dengan kreatifitas pemikiran si penulis. Tapi jika ada buku cerita yang aku penasaran tentang alur ceritanya, maka ya aku baca juga itu. Bisa dihitung kok buku bergenre fiksi yang telah kubaca, di antaranya ada; The Davinci Code, Harry Potter and The Half Blood Prince (unfinished), dan sebagainya. Dan dengan perkembangan teknologi yang semakin gencar dewasa ini nih, aku lebih menikmati membaca melalui buku daripada menghadap komputer atau layar ponsel sembari menerima radiasinya yang membuat kedua belah mata ini penat!
"Lalu bagaimana dengan kalian duhai pembaca blog Rendra Nugraha? Gemarkah juga kalian membaca?"









gut! wish u always get your luck... :) always get your spirit and joyful... just one my advice 4 u : kamu lbh cocok jd model.. haha.. if u mind...
BalasHapusWin, Maaf baru liat -_-. Iya makasih banget sarannya ama masukannya :) :)
Hapus