SPEMMA
Begitulah akronimnya. Aku belum pernah merasakan rasa yang seperti ini. Walaupun aku secara resmi lulus pada tahun 2011, dan di wisuda pada tanggal 19 Juni 2011. Jiwa ini seperti masih mempunyai keterikatan dengan sekolah itu. Entah itu datang darimana. Dahulu sekali, setelah aku lulus dari SD Integral Luqman Al-Hakim Surabaya, aku bingung ingin masuk mana. Kondisiku saat itu tidak tahu dengan jelas apa itu SMP, bagaimana sistemnya, apa saja perbedaannya antara SD dgn SMP. Dan aku juga tidak tahu SMP mana yang benar-benar cocok untuk seorang Rendra Nugraha.
Aku pun dulu bermimpi untuk bisa sekolah di SMP favorit di kotaku, tepatnya di SMP negeri 6. Impianku saat itu adalah bertemu dengan seorang anak nasrani (entah Kristen,Katolik,Protestan,Advent,dsb). Dan menjalin persahabatan yang baik dengannya. Itu saja impian terdekatku saat itu. Tapi Allah menjawab dengan jawaban yang lain. Ortuku menyekolahkanku di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya. Tempat dimana paman ku bersekolah dahulu. Awalnya aku bertemu dengan Adli Syalam Putra, Iman Haidar, Rizal Abdullah, alm. Ardo, dan Rifky Miftah. Semuanya lelaki dan total dari semuanya ada 6 orang, termasuk aku. Kamu tahu? apa yang aku lihat terlebih dahulu saat pertama kali menginjakan kaki disana? Kamar mandi nya! Karena menurutku waktu itu, hal tersebut menjadi tolak ukur yang tak kalah penting.
Awal tahun kujalani dengan perasaan senang, menemukan banyak teman, mengenali apa itu pengkhianatan dan pengucilan di kelas, dan yang paling penting adalah cinta terlarang yang berlanjut hingga saat ini. Kawan demi kawan ku temui, teman demi teman ku kenali, sahabat demi sahabat ku dekati. Tak hanya sesama murid, aku pun juga kenal beberapa guru walau tak terlalu banyak dan tidak terlalu dekat. Semua awalnya berjalan dengan mulus, semulus sabun. Gangguan demi gangguan mulai bermunculan disebabkan karena faktor internal dan juga faktor eksternal. Kalau yang internal nya gara-gara diriku yang pada saat itu masih mencari jatidiri. Gara-gara keegoisanku, dan ketidakmaluan ku. Faktor eksternal berasal dari lingkungan teman-temanku dan juga lingkungan sekolahku. Satu hal yang tidak aku habis pikir sampai sekarang. Aku suka sama seseorang (pas itu aku ngomong suka sebagai sayang) dan berita itu sudah tersebar luas di kalangan siswa-siswi maupun guru-guru. Intinnya seperti gosip yang dengan cepatnya tersebar ke penjuru sekolah.
Bagi kalian yang mengenaliku, memahamiku dan tahu sejarahku dengan seseorang, pasti kalian sudah tahu kalau seseorang yang hingga kini membuat diriku bertanya-tanya. Ya, hal itu berawal dari Spemma. Kelas 7 kulalui dan kelas 8 menjadi tujuanku saat itu. Semula Rendra yang banyak punya kawan, banyak punya sahabat, banyak punya kenalan dan banyak mempunyai teman baik, perlahan-lahan digerogoti oleh ketidak cakapanku membina hubungan dengan teman-temanku. Alhasil, satu persatu hilang. Itu seperti aku dan dia tak pernah saling mengenal, tak pernah saling bercakap ria, tak pernah saling bertukar cerita,dll. Tapi di kelas ini pula aku menemukan seseorang yang tak asing bagiku, dia bernama Tegar Wijanarko.
Tapi dibalik itu semua, aku bertemu dengan banyak orang baik pula di kelas yang baik. Memang, dibalik kesulitan selalu disertai kemudahan. Yupz, itulah suatu keseimbangan. Kelas 8F lumayan seru, yang paling aku ingat dari kelas itu adalah terdapat banyak siswa yang senang berfoto-foto seperti aku. Dari kelas ini pula aku mulai dekat dengan sesosok Novi Ayu. Kepribadiannya yang sederhana dan penampilannya yang terkadang lugu membuatku cocok dengannya. Selain itu dari kelas ini pula aku mulai dekat dengan seorang murid bernama Isro' Nazahar. Cowok gemuk yang bokongnya sangat kutaksir. Dari sini pula aku mulai lebih dekat dengan sosok Rohani Nur Fitria. Kepribadiannya yang tomboy dan mulutnya yang ceplas-ceplos membuatku sering tertawa apabila sedang bersamanya. Apalagi dulu waktu masih kelas 7. Di WBL (Wisata Bahari Lamongan) aku selalu bersamanya, kemanapun bersamanya. Dan sampai sekarang masih sangat ingat kata-kata yang sering dia ucapkan dahulu disana, yaitu;
Entah apa itu artinya, dan entah mengapa dia terus menerus mengatakannya. Dulu kelas 7 wali kelasku bernama p.Fudoli, dan di kelas 8 pun kedapatan beliau lagi. Beliau adalah salah satu guru bahasa Inggris di Spemma selain bu Purwati, bu Bettyn, dan bu Ika. Spemma itu cantik. Spemma itu indah. Penuh akan kenangan baik, kenangan buruk, kenangan memilukan, kenangan terfavorit, kenangan yang sangat memalukan, kenangan yang paling membahana fantastis, dan yang paling penting, semua itu tak bisa kulupakan. Akan selamanya terekam di dalam sanubariku.
Saat ku menaiki kelas 9, sesuatu membuatku kaget. Aku sekelas sama anak yang kusayang dari kelas 7. Awalnya aku berusaha buat jaim (jaga image). Tapi lama-kelamaan aku lelah akan semua itu. Lelah menutup-nutupi diriku yang dulunya malas eh semenjak ada dia sok sok rajin. Yang dulunya gak nggenah sekolah, eh sok sok rajin pula. Yang dulunya bolpoin atau pensil tersebar nggak teratur di tas, eh semenjak ada dia menggunakan kotak pensil (hingga sekarang). Mungkin itu aja sih positifnya. Kebawa sampai sekarang menggunakan tepak.
Tapi fenomena "jaim" ku hanya berlangsung di permulaan kelas 9 saja. Setelah itu banyak yang kupikirkan. Mulai dari UNAS, try-out, BTA (Belajar Tulis Al-Qur'an), bimbel,dll. Semua itu terasa sedikit melelahkan dan berjalan dengan sangat cepat. Sangking cepatnya, sampai ku tak menyadari kalau waktu itu mendekati Unas dan akhirnya di wisuda.. :'( .
Intinya, Sekolah ini memberikanku pelajaran yang luar biasa banyaknya. Mulai dari pertemanan, apa itu artinya persahabatan, bagaimana mempunyai suatu "geng", bagaimana menyayangi seseorang, betapa bahagianya saat masuk sekolah karena menyukai seseorang, belajar tentang pengkhianatan, belajar tentang keramaian, kesedihan, kebusukan, main tusuk dari belakang, merasa terasing/ merasa kecil pada sesuatu yang besar, merasa jaim, merasa terobsesi akan sesuatu, meyukai bahasa Inggris, kehilangan banyak teman, mengetahui kebusukan seseorang, mengetahui betapa busuk dan matinya aku, belajar tentang petunjuk dari Allah, merasakan kedekatan yang teramat sangat kepada Nya, dan merasa tersakiti karena sesuatu. Entah itu hal besar atau sebaliknya.
Mungkin sebagian dari kalian ada yang bertanya kenapa aku menulis ini saat 2014, di saat masa-masa SMA ku di Smamda hampir habis. Karena jika kalian orang-orang terdekatku pasti kalian tahu seberapa ALAY nya aku dan seberapa berlebihannya diriku pada SMP ku ini. Sekali lagi, kenapa aku memposting ini di tahun 2014, kenapa nggak tahun kemarin atau tahun 2012??
Jawabannya tak lain adalah karena gedung yang dari tahun 2007-2011 aku gunakan untuk belajar dan menanam kenangan akan segera hancur berkeping-keping. Kepala sekolah yang baru, (Pak Muslikan) beserta guru-guruku yang lainnya menghendaki adanya perubahan dan peningkatan bangunan pada gedung Spemma. Sehingga dihancurkanlah gedung yang lama dan diganti dengan gedung yang baru berlantai 5-7. Awalnya ku tak setuju dan menentang keras hal tersebut. Tapi apa daya, nasi telah menjadi bubur. Banyak orang yang bilang, "Kenangan tetap di hati". Tapi Rendra Nugraha membutuhkan fasilitas untuk mengenang masa-masa SMP nya, lah kalau gedung yang lama hancur, Aku mau mengenang dimanaa???
HUFFTTT. Berikut foto-foto Spemma tercinta ku;
1. MASA-MASA SMP (2008-2011):
2. SPEMMA SAAT HENDAK DIBONGKAR
3. RUPA SPEMMA SAAT DIHANCURKAN
Lambat laun pun aku mulai bisa menerima kenyataan. Bahwa Spemma memang ditakdirkan untuk hancur lalu lahir kembali dengan gedung yang baru. Walau aku hanyalah alumni lulusan tahun 2011. Tapi gini, gini aku masih sayang sama Spemma! Sayang banget!! Saat Spemma mulai dihancurkan aku kembali lagi kesana untuk mengenang sebelum semuanya habis.
Pada hari Jum'at tanggal 24 Januari 2014, aku bersama Vera Fara Neshela, dan ditemani kakak superior lagi. Rupa Spemma pada waktu itu telah hancur. Dan agak sedih menyaksikan pemandangan tersebut. Tapi apa daya? aku hanyalah alumni yang cuman bisa menyaksikan dan menerima keputusan ketua yang sedang menjabat. Aku bukanlah siapa-siapa. Tapi Spemma bukanlah apa-apa tanpa diriku!
Dan aku bangga menjadi bagian dari sekolah tersebut. Bangga dan merasa menjadi besar.
Oiya, pada saat aku mengunjungi Spemma bersama Vera dan juga bersama kakak superior, tak sengaja bertemu dengan pak Fudoli. kebetulan beliau juga mempunyai tujuan yang sama, yaitu memvideo sama seperti yang ku lakukan.
Foto yang kuambil tentang rupa Spemma pada waktu pembongkaran dibagi menjadi dua periode.
1. Pada hari Jum'at tanggal 24 Januari 2014
2. Pada hari Sabtu pada tanggal 1 Februari 2014.
"Oh Tembelek Kacrut"
Entah apa itu artinya, dan entah mengapa dia terus menerus mengatakannya. Dulu kelas 7 wali kelasku bernama p.Fudoli, dan di kelas 8 pun kedapatan beliau lagi. Beliau adalah salah satu guru bahasa Inggris di Spemma selain bu Purwati, bu Bettyn, dan bu Ika. Spemma itu cantik. Spemma itu indah. Penuh akan kenangan baik, kenangan buruk, kenangan memilukan, kenangan terfavorit, kenangan yang sangat memalukan, kenangan yang paling membahana fantastis, dan yang paling penting, semua itu tak bisa kulupakan. Akan selamanya terekam di dalam sanubariku.
Saat ku menaiki kelas 9, sesuatu membuatku kaget. Aku sekelas sama anak yang kusayang dari kelas 7. Awalnya aku berusaha buat jaim (jaga image). Tapi lama-kelamaan aku lelah akan semua itu. Lelah menutup-nutupi diriku yang dulunya malas eh semenjak ada dia sok sok rajin. Yang dulunya gak nggenah sekolah, eh sok sok rajin pula. Yang dulunya bolpoin atau pensil tersebar nggak teratur di tas, eh semenjak ada dia menggunakan kotak pensil (hingga sekarang). Mungkin itu aja sih positifnya. Kebawa sampai sekarang menggunakan tepak.
"Makasih ya BB, secara tidak langsung kamu membuat kemajuan untukku."
Tapi fenomena "jaim" ku hanya berlangsung di permulaan kelas 9 saja. Setelah itu banyak yang kupikirkan. Mulai dari UNAS, try-out, BTA (Belajar Tulis Al-Qur'an), bimbel,dll. Semua itu terasa sedikit melelahkan dan berjalan dengan sangat cepat. Sangking cepatnya, sampai ku tak menyadari kalau waktu itu mendekati Unas dan akhirnya di wisuda.. :'( .
Teman yang selalu menemaniku di kelas 9D adalah Alfitra Maharindra Muhammad. Dalam tingkatan ini, aku semakin menurun. Bisa disimpulkan bahwa kelas 7 adalah masa dimana Rendra berkembang lalu jaya. Lalu di kelas 8 Rendra mulai mengalami konflik-konflik serta gangguan yang membuat dia stagnan dan akhirnya di kelas 9, benar-benar terlihat kemunduran dari seorang Rendra.
Yah, begitulah kesimpulan sederhana yang bisa ku gambarkan dari masa kelas 7 ke masa akhirku di Spemma, kelas 9. Saat ku memasuki Spemma, dengan cepatnya ku berkenalan dan berteman dengan banyak anak lulusan SD. Karena ku egois dan belum terlalu paham apa artinya pertemanan, aku mulai menyia-nyiakan satu demi persatu orang-orang asing yang telah menjadi temanku. Dan di saat itu terjadi, aku tak melakukan suatu usaha yang keras untuk membuatnya kembali lagi. Aku hanya melepas, lalu menyaksikan mereka pergi begitu saja. Semua itu belum kerasa saat kita mempunyai banyak teman, tapi di saat kita sendiri, melihat mereka tertawa dengan teman-temannya. Rasanya miris, dan darisitu baru kerasa bagaimana pilunya kehilangan SATU TEMAN.
"Mungkin mencari 1000 musuh gampangnya bukan main, akan tetapi untuk berteman dengan seorang ASING saja, itu tak semudah seperti yang kita kira."
Intinya, Sekolah ini memberikanku pelajaran yang luar biasa banyaknya. Mulai dari pertemanan, apa itu artinya persahabatan, bagaimana mempunyai suatu "geng", bagaimana menyayangi seseorang, betapa bahagianya saat masuk sekolah karena menyukai seseorang, belajar tentang pengkhianatan, belajar tentang keramaian, kesedihan, kebusukan, main tusuk dari belakang, merasa terasing/ merasa kecil pada sesuatu yang besar, merasa jaim, merasa terobsesi akan sesuatu, meyukai bahasa Inggris, kehilangan banyak teman, mengetahui kebusukan seseorang, mengetahui betapa busuk dan matinya aku, belajar tentang petunjuk dari Allah, merasakan kedekatan yang teramat sangat kepada Nya, dan merasa tersakiti karena sesuatu. Entah itu hal besar atau sebaliknya.
Mungkin sebagian dari kalian ada yang bertanya kenapa aku menulis ini saat 2014, di saat masa-masa SMA ku di Smamda hampir habis. Karena jika kalian orang-orang terdekatku pasti kalian tahu seberapa ALAY nya aku dan seberapa berlebihannya diriku pada SMP ku ini. Sekali lagi, kenapa aku memposting ini di tahun 2014, kenapa nggak tahun kemarin atau tahun 2012??
Jawabannya tak lain adalah karena gedung yang dari tahun 2007-2011 aku gunakan untuk belajar dan menanam kenangan akan segera hancur berkeping-keping. Kepala sekolah yang baru, (Pak Muslikan) beserta guru-guruku yang lainnya menghendaki adanya perubahan dan peningkatan bangunan pada gedung Spemma. Sehingga dihancurkanlah gedung yang lama dan diganti dengan gedung yang baru berlantai 5-7. Awalnya ku tak setuju dan menentang keras hal tersebut. Tapi apa daya, nasi telah menjadi bubur. Banyak orang yang bilang, "Kenangan tetap di hati". Tapi Rendra Nugraha membutuhkan fasilitas untuk mengenang masa-masa SMP nya, lah kalau gedung yang lama hancur, Aku mau mengenang dimanaa???
HUFFTTT. Berikut foto-foto Spemma tercinta ku;
1. MASA-MASA SMP (2008-2011):
Ada foto yang diambil saat kelas 7, dan kelas 8. Tapi mayoritas dari semuanya diambil waktu aku duduk di kelas 8F.
2. SPEMMA SAAT HENDAK DIBONGKAR
Kaget awalanya, saat mengetahui sekolahku hendak dihancurkan dan digantikan dengan gedung yang baru. Langsung saja, pada hari Sabtu tanggal 11 Januari 2014, sekitar pukul 10 dini hari. Aku bersama Bregas Taufiqi Ihsan, yang biasa aku panggil kakak, atau superior, mengunjungi Spemma untuk yang pertama kalinya saat hendak dibongkar. Saat ku kesana, aku bertemu dengan salah satu guruku yang naik jabatan saat aku lulus dari Spemma. Tak lain namanya adalah pak Heru. Ketika itu aku melihat beliau sedang melatih adik-adik Spemma ku Paskibra. Aku pikir itu untuk persiapan lomba, atau bisa jadi untuk acara penting, entah itu upacara hari Senin atau mungkin juga untuk acara-acara besar nan formal.
Saat ku mengujungi Spemma bersama kakak superior, kondisinya masih baik dan bagus. Belum ada sentuhan tangan-tangan tukang. Walaupun kamar mandinya telah dibredeli dan kelasnya kosong melompong. Tapi Alhamdulillah nya, semua kelas terbuka. Sehingga memudahkan kami untuk memasuki setiap kelas-kelas yang kita lewati. Walau begitu, masih untung pula, saya pribadi masih bisa mengenang kenangan saya dahulu di situ. Di Spemma.
Foto diambil dari kamera hp. Jadi maafkan jika mungkin terlihat kurang jelas dan sedikit buram.
![]() |
| Menuju lantai pertama. Di samping meja adalah pintu untuk ke kamar mandi pria. |
![]() |
| Kakak. Di tempat dulu digunakan sebagai ruangan TIK. |
![]() |
| TERCINTA!!! |
![]() |
| Dulu sekali, ini adalah kelas 9A. |
![]() |
| Tangga kedua, disamping tangga utama. |
![]() |
| Tangga yang menghubungkan dua tempat. |
![]() |
| Terlihat kelas 9D ku dulu. Sampai sekarang ku masih ingat betul dimana BB duduk. |
![]() |
| Kelas 9D ku dulu. Kelas terakhirku di Spemma. |
![]() |
| Kelas 9F. Terlihat kakak superior disana. |
![]() |
| Kaca yang menceritakan banyak sejarah. |
![]() |
| Kelas 9F. Kelas yang paling ujung sendiri. |
![]() |
| Bagian favoritku dari Spemma (dilihat dari lantai 3). |
![]() |
| Tangga sampingan. Dahulu sering dibuat nongkrong sama anak-anak. |
![]() |
| Di tangga utama. Dan aku baru menyadari betapa sempitnya tangga ini. |
![]() |
| Tangga utama. Biasanya kalau waktu sholat, turun langsung berwudhu. |
3. RUPA SPEMMA SAAT DIHANCURKAN
Lambat laun pun aku mulai bisa menerima kenyataan. Bahwa Spemma memang ditakdirkan untuk hancur lalu lahir kembali dengan gedung yang baru. Walau aku hanyalah alumni lulusan tahun 2011. Tapi gini, gini aku masih sayang sama Spemma! Sayang banget!! Saat Spemma mulai dihancurkan aku kembali lagi kesana untuk mengenang sebelum semuanya habis.
Pada hari Jum'at tanggal 24 Januari 2014, aku bersama Vera Fara Neshela, dan ditemani kakak superior lagi. Rupa Spemma pada waktu itu telah hancur. Dan agak sedih menyaksikan pemandangan tersebut. Tapi apa daya? aku hanyalah alumni yang cuman bisa menyaksikan dan menerima keputusan ketua yang sedang menjabat. Aku bukanlah siapa-siapa. Tapi Spemma bukanlah apa-apa tanpa diriku!
Dan aku bangga menjadi bagian dari sekolah tersebut. Bangga dan merasa menjadi besar.
Oiya, pada saat aku mengunjungi Spemma bersama Vera dan juga bersama kakak superior, tak sengaja bertemu dengan pak Fudoli. kebetulan beliau juga mempunyai tujuan yang sama, yaitu memvideo sama seperti yang ku lakukan.
Foto yang kuambil tentang rupa Spemma pada waktu pembongkaran dibagi menjadi dua periode.
1. Pada hari Jum'at tanggal 24 Januari 2014
2. Pada hari Sabtu pada tanggal 1 Februari 2014.
Berikut foto-foto yang kuambil pada kesempatan itu. Foto-foto tersebut diambil melalui kamera hp. Jadi maafkan jika kurang jelas serta buram pada videonya.
1. HARI JUM'AT TANGGAL 24 JANUARI 2014.
![]() |
| Ruangan yang dulunya kelas 9B. Dan disebelahnya terdapat ruangan perpustakaan |
![]() |
| Ruang LAB IPA |
![]() |
| Ruang LAB IPA |
![]() |
| Dilihat ke bawah, dari ruang LAB IPA |
![]() |
| Ruang LAB IPA |
![]() |
| Ruang LAB IPA |
![]() |
| Jika dilihat keluar |
![]() |
| Ruang LAB IPA |
![]() |
| Ruang LAB IPA |
![]() |
| Lantai 2 (di depan ruang LAB IPA) |
2. HARI SABTU TANGGAL 1 FEBRUARI 2014.
Pada hari itu, Spemma berangsur-angsur mulai dibredeli. Atap-atap sudah dicopoti, kayu penyangga atapnya pun sudah tertata rapi di halaman depan Spemma. Lantai atas telah dibongkar, sehingga jika kamu melakukan kunjungan kesana, kamu bakal mendapati bahwa Spemma sedang berantakan. Bahkan hancur. Cepat atau lambat gedung yang lama akan roboh, dan digantikan dengan gedung yang baru. Entah itu lantai 5 ataupun lantai 7, pasti gedung Spemma akan dihancurkan karena harus memasang pondasi untuk gedung yang baru nantinya. Pokoknya, lambat tapi pasti, gedung yang lama akan ikut lebur bersama tanah.
Berikut foto yang aku ambil pada hari itu, kali ini aku tak ditemani siapa-siapa saat berfoto ria. Hanya ditemani oleh kakak superior dari jauh.
Pada awal Februari tahun 2014, Spemma telah mengalami kerusakan yang parah. Sampai-sampai hika dilihat dari Smamda akan terlihat layaknya gedung yang baru roboh. Bahkan sempat ada temanku yang mengatakan bahwa gedungnya seperti habis terkena gempa. Naudzubillah!
"Kan juga ga mungkin, masak kena gempa jadinya rapi banget. Kayu untuk atapnya aja yang hancur, nah yang lainnya? enggak terlalu hancur"
Pada hari itu, Spemma berangsur-angsur mulai dibredeli. Atap-atap sudah dicopoti, kayu penyangga atapnya pun sudah tertata rapi di halaman depan Spemma. Lantai atas telah dibongkar, sehingga jika kamu melakukan kunjungan kesana, kamu bakal mendapati bahwa Spemma sedang berantakan. Bahkan hancur. Cepat atau lambat gedung yang lama akan roboh, dan digantikan dengan gedung yang baru. Entah itu lantai 5 ataupun lantai 7, pasti gedung Spemma akan dihancurkan karena harus memasang pondasi untuk gedung yang baru nantinya. Pokoknya, lambat tapi pasti, gedung yang lama akan ikut lebur bersama tanah.
Berikut foto yang aku ambil pada hari itu, kali ini aku tak ditemani siapa-siapa saat berfoto ria. Hanya ditemani oleh kakak superior dari jauh.
![]() |
| Terlihat nampak Spemma dari depan. (Atapnya sudah tertata rapi) |
![]() |
| Kayu-kayu penyangga atap sudah tertata rapi di halaman Spemma |
![]() |
| "Kesatuan dalam perbedaan" itulah Spemma :) |
![]() |
| Spemma dari luar |
![]() |
| Tertata rapi di halaman depan |
![]() |
| Ruang BK, UKS, DLL. |
![]() |
| Pintu masuk dimana guru dan murid-murid masuk |
![]() |
| Spemma di samping kanan |
![]() |
| Spemma dalam kondisi yang memilukan |
![]() |
| Ruang rapat, Kelas 9B, Pokoknya ini ruangan yang dingin sekali. |
![]() |
| Spemma, dilihat dari sudut pos satpam |
![]() |
| Banyak atap. Entah apa namanya |
![]() |
| Biasanya selalu duduk di kursi tersebut bersama teman-teman |
![]() |
| Ruang BK dan kelas di belakangnya. |
![]() |
| Kamar mandi dekat tangga. |
![]() |
| Diatas kamar mandi dekat tangga Terbayang tak? |
![]() |
| Tangga samping. (Seperti di film-film) |
![]() |
| Ruangan 9B beserta perpustakaan dibelakangnya |
![]() |
| Tertata rapi |
![]() |
| Kayu dan besi berpadu menjadi satu. Terata menjadi satu |
![]() |
| Besi-besi dan kayu-kayu |
![]() |
| HMMM . . . |
![]() |
| Dilihat dari pintu masuk Spemma |
![]() |
| Rumah tempat membayar SPP bulanan, dan segalanya. |
![]() |
| Dari ujung kanan |
![]() |
| Lab IPA |
![]() |
| Lantai 2 |
Dan berikut video yang aku ambil pada tanggal 24 Januari 2014, hari Jum'at








































































