MERDEKA MERDEKA!
Setelah lama tidak memosting postingan,baru, saat ini tepatnya tanggal 17 Agustus 2016 di hari perayaan kemerdekaan INDONESIA yang ke-71 tahun aku mempublikasikan postingan terbaru aku.
Oh iya, menurut kalian apa sih arti kemerdekaan itu? iya, arti kemerdekaan menurut versi kalian sendiri? Well, banyak yang bilang bahwa Indonesia sampai detik ini belum juga merdeka, yah setidaknya belum SEPENUHNYA merdeka, entah dari campur tangan orang asing, korupsi, kolusi, nepotisme, kriminal, kemiskinan dan juga masalah-masalah lainnya yang umum terjadi di banyak negara di dunia ini. Setuju nggak kira-kira kalian sama opini tersebut dan bagaimana tanggapan kalian tentang itu?
ARTI KEMERDEKAAN
Kalau membahas tentang apa itu arti kemerdekaan, bisa-bisa tidak akan pernah ada habisnya. Bayangkan saja, setiap orang di dunia ini kan punya kepala yang berbeda pun juga pengalaman yang berbeda yang nantinya akan membedakan pula makna kemerdekaan menurut versi masing-masing. Walaupun Indonesia secara de Facto telah merdeka dari tangan penjajah sejak tahun 1945, tapi Indonesia masih saja menghadapi permasalahan-permasalahan yang tiada habisnya hingga saat ini. Yap itu sih wajar-wajar saja, dalam prakteknya negara selalu dan (akan) selalu menghadapi masalah-masalah, entah itu masalah baru ataupun masalah sama yang mungkin terulang di kemudian hari.
Buat aku, arti kemerdekaan adalah dimana saat kita bisa lepas dari belenggu ketidakpastiaan yang datang dari diri kita sendiri. Maksudku, di luar sana kan pasti banyak anak yang sifatnya moody, ambivert, atau bahkan bipolar sampai tingkat akut. Haha, sebenarnya ini jadinya curhat. Karena aku sendiri masih sering labil dalam menyesuaikan diri dalam beberapa situasi. Ditambah lagi sama egoku yang masih melambung tinggi sampai ubun-ubunku. Terkadang itu sangat menyiksaku tapi di sisi lain itu merupakan suatu keunikan tersendiri yang membedakan antara "orang lain" dengan seorang "Rendra Nugraha."
Sejenak sabda nabi Muhammad S.A.W memang benar adanya, dan bahwasanya kita di dunia ini memang ditakdirkan untuk terus menerus berjuang melawan ketidakadilan,kejahatan, segala macam bentuk tindak kriminal dan tentunya, melawan hawa nafsu yang ada pada dalam diri kita sendiri. Dan memang betul adanya kalau dunia ini merupakan cobaan untuk umat manusia, dilihat dari banyak hal yang dilalui dari dulu kecil hingga saat ini kalian membaca postingan ini. Walaupun suatu saat nanti mungkin Tuhan menutup rapat semua pintu dan semua jendela, yang pasti Tuhan masih menyediakan kita satu pintu yang akan terus menerus terbuka lebar untuk kita para hambanya. Pintu untuk kembali kepadanya, pintu untuk berkeluh kesah dan bangkit lagi setelah mengalami hal buruk dalam hidup kita.
Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat ialah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.(H.R Muslim)
Sejenak sabda nabi Muhammad S.A.W memang benar adanya, dan bahwasanya kita di dunia ini memang ditakdirkan untuk terus menerus berjuang melawan ketidakadilan,kejahatan, segala macam bentuk tindak kriminal dan tentunya, melawan hawa nafsu yang ada pada dalam diri kita sendiri. Dan memang betul adanya kalau dunia ini merupakan cobaan untuk umat manusia, dilihat dari banyak hal yang dilalui dari dulu kecil hingga saat ini kalian membaca postingan ini. Walaupun suatu saat nanti mungkin Tuhan menutup rapat semua pintu dan semua jendela, yang pasti Tuhan masih menyediakan kita satu pintu yang akan terus menerus terbuka lebar untuk kita para hambanya. Pintu untuk kembali kepadanya, pintu untuk berkeluh kesah dan bangkit lagi setelah mengalami hal buruk dalam hidup kita.
Jadi untuk kalian yang kebetulan saat ini membaca postinganku dan sedang dilanda sebuah musibah, jangan pernah menyerah sebisa mungkin, karena akan selalu ada hikmah di balik setiap kejadian yang menghampiri dalam hidup kita, baik kejadian buruk maupun kejadian baik.
Ngomong-ngomong aku pernah menemukan suatu kutipan yang bagus sekali untuk direnungkan tatkala kita semua dilanda musibah, yakni;
Di saat kita mendapatkan musibah, janganlah mengatakan "Apa jalan keluarnya?" tapi berpikirlah "Kenapa Tuhan memberikanku musibah seperti ini?"
Kenapa seperti itu? Karena kita acapkali sebagai insan yang berlumur dosa, seringkali mencari jalan keluar terlebih dahulu tanpa merenungkan terlebih dahulu mengenai sebab Tuhan memberikan suatu hal kepada kita, salah satunya musibah.



